BPJS Kesehatan Lhokseumawe Gelar Diskusi Bersama Media, Ini Poin Penting yang Dibahas
LHOKSEUMAWE — Menjelang Hari Ulang Tahun ke-57 BPJS Kesehatan yang jatuh pada 15 Juli 2025, BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe menggelar diskusi santai bersama para insan pers, Jumat (13/6/2025), di salah satu kafe di Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan kemitraan sekaligus menyampaikan informasi penting mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, Apt. Rita Masyita Ridwan, S.Si., M.Kes., AAAK. Ia hadir bersama sejumlah staf, di antaranya Kabag SDMUK Abdiyansyah, serta tim pelaksana kegiatan, Putri dan Muhammad Razi.
Rita menggarisbawahi bahwa program JKN-KIS merupakan wujud nyata sistem gotong royong di bidang kesehatan. Satu pasien operasi jantung dengan biaya sekitar Rp150 juta, misalnya, dapat dibiayai oleh ribuan peserta sehat yang rutin membayar iuran. “Inilah kenapa penting bagi peserta sehat tetap berkontribusi melalui iuran, karena dana tersebut digunakan untuk membantu peserta yang sedang sakit,” ujarnya.
“Semua peserta sehat berkontribusi untuk membantu yang sakit. Inilah semangat gotong royong yang menjadi landasan utama program ini,” katanya.
Selain itu, Rita juga menjelaskan tentang jenis-jenis pelayanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, sebagaimana tercantum dalam Perpres No. 82 Tahun 2018. Beberapa di antaranya meliputi Pelayanan untuk tujuan estetika dan ortodontik (meratakan gigi), Penyakit akibat penyalahgunaan alkohol atau narkoba, Cedera akibat tindakan kriminal atau disengaja (seperti tawuran, bunuh diri), Pengobatan alternatif atau eksperimental, serta Pelayanan kesehatan di luar negeri.
Rita juga menyoroti komitmen transformasi mutu layanan BPJS, di mana fasilitas kesehatan (FKTP dan FKRTL) kini harus menerima KTP/NIK/KIS Digital tanpa meminta fotokopi dan tidak membebankan biaya tambahan di luar ketentuan. “Tenaga kesehatan juga dituntut untuk melayani dengan ramah, cepat, dan setara. Kalau tidak senyum, boleh ditegur,” tambahnya.
BPJS Kesehatan kini menyediakan berbagai kanal layanan peserta, baik tatap muka maupun digital. Di antaranya melalui aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA via WhatsApp, Care Center 165, hingga BPJS SATU! di rumah sakit. Peserta juga bisa memanfaatkan fitur KIS Digital dan NIK sebagai identitas pelayanan tanpa perlu membawa kartu fisik.
Lebih lanjut, Rita juga menyampaikan harapannya agar pelayanan di fasilitas kesehatan (Faskes) maupun rumah sakit terus ditingkatkan, terutama dalam hal keramahan terhadap pasien. “Kalau ada tenaga kesehatan yang tidak ramah atau tidak tersenyum, masyarakat berhak menyampaikan teguran. Pelayanan prima itu hak peserta,” tegasnya.
Dalam diskusi itu juga memaparkan sejumlah keluhan yang kerap disuarakan netizen melalui media sosial seperti Facebook, X (Twitter), Instagram dan Tiktok. BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, kata Rita, secara aktif memberikan klarifikasi serta penjelasan terhadap berbagai isu yang muncul, sebagai bentuk transparansi dan komitmen untuk perbaikan layanan.
Dengan forum seperti ini, BPJS Kesehatan berharap kolaborasi dengan media dapat terus diperkuat guna memberikan edukasi yang benar dan berimbang kepada masyarakat. Insan pers juga diharapkan aktif menyampaikan berita positif seputar pelayanan kesehatan di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe khususnya.
Secara historis, BPJS Kesehatan menjelaskan bahwa program jaminan kesehatan Indonesia telah berevolusi sejak 1968, mulai dari BPDPK hingga terbentuknya BPJS Kesehatan pada 2014. Hingga Desember 2022, cakupan peserta JKN telah mencapai 248 juta jiwa, dengan target 98% penduduk tercakup pada 2024.
Dalam kegiatan diskusi santai ini juga ikut diadakan penyerahan piagam penghargaan kepada dua jurnalis pemenang karya jurnalistik yang di antaranya Faisal Bahari dari RRI dan Zikri Maulana kategori media online.[]
