• Redaksi
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
Aceh One

Mega Menu

  • Home
  • News
    • News
    • Politik
    • Hukrim
    • Ekbis
    • Nasional
    • Olahraga
    • Dunia
  • Daerah
    • Aceh Utara
    • Aceh Timur
    • Bireuen
    • Banda Aceh
    • Pidie Jaya
    • Gayo Lues
    • Lhokseumawe
  • Pemerintah Aceh
    • DSI
    • Disdik
    • DRKA
    • Perindag
    • Budpar
  • Parlementaria
    • Parlementaria
  • Featured
    • Pariwara
    • Opini
    • Profil
  • Indeks
Aceh One
Telusuri
Beranda Adventorial Dinkes Aceh Utara Kesehatan Pilihan Dinas Kesehatan Aceh Utara Sosialisasikan 3M Plus Cegah DBD
Adventorial Dinkes Aceh Utara Kesehatan Pilihan

Dinas Kesehatan Aceh Utara Sosialisasikan 3M Plus Cegah DBD

News Editor
News Editor
26 Feb, 2024
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


ACEH UTARA
-- Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu hal yang dilakukan Dinkes adalah menyelenggarakan sosialisasi serta edukasi penguatan layanan kesehatan melalui peningkatan 3M Plus bersama lintas sektor dan meningkatkan peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) desa.

Untuk diketahui, Jumantik adalah orang yang ditunjuk dan diberi tugas untuk memantau jentik nyamuk dari rumah ke rumah. Mereka adalah petugas khusus yang berasal dari lingkungan sekitar yang secara sukarela mau bertanggung jawab untuk malakukan pemantauan jentik nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, SKM, MM, Senin (26/2/2024), mengatakan DBD adalah bentuk demam berdarah (DB) yang dapat mengancam jiwa. DBD itu sendiri merupakan penyakit infeksi virus demam berdarah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.


Disampaikan Amir Syarifuddin, negara yang beriklim tropis dan subtropis berisiko tinggi terhadap penularan virus tersebut. Hal ini dikaitkan dengan kenaikan suhu yang tinggi dan perubahan musim hujan dan kemarau disinyalir menjadi faktor risiko penularan virus demam berdarah.

Kata Amir Syarifuddin, kasus DBD di Indonesia terus meningkat, pada tahun 2023 sebanyak 60 kasus dengan angka kematian 0 orang, dan telah dilaksanaan foging focus dan sosialisasi di Masyarakat terkait penyakit DBD. Tahun 2022 sebanyak 89 kasus dengan angka kematian 0 orang serta telah dilaksanakan fogging focus dan sosialisasi di masyarakat terkait penyakit DBD.

Pada periode Januari 2024, sebanyak 14. orang terinfeksi DBD dan 1 orang meninggal, telah dilaksanakan foging fokus serta sosialisasi di Masyarakat terkait penyakit DBD.


"Sebagai upaya untuk memberantas dan mencegah penyebaran DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara menyelenggarakan sosialisasi serta edukasi penguatan layanan kesehatan melalui peningkatan 3M Plus bersama lintas sektor dan meningkatkan peran Jumantik desa," ujar Amir.

Dalam berbagai hal, lanjutnya, banyak upaya yang harus dilakukan mulai dari pemberantasan sarang nyamuk, pengobatan pasien, hingga sosialisasi pencegahan. Ia juga menyebut peran Jumantik sangat diperlukan. Jumantik bertugas menyaring jentik nyamuk yang ada di sekeliling tempat tinggal.

"Terutama di tempat-tempat yang biasa menjadi sarang nyamuk seperti di bak mandi karena jarang dikuras, menampung udara di sampah kaleng atau plastik kemasan air minum," jelasnya lagi.

Amir Syarifuddin juga berharap para Jumantik dapat mengedukasi masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta mensosialisasikan upaya-upaya pencegahan untuk memutus mata rantai hidup jentik nyamuk DBD.

"Sarang nyamuk tersebut hendaknya segera diberantas agar tidak menimbulkan DBD. Oleh karena itu, biasakan perilaku hidup sehat dengan lingkungan yang bersih,” Tuturnya," demikian disampaikan Amir Syarifuddin.(Adv)

Editor/Penanggung Jawab: Jamaluddin

Via Adventorial
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Featured Post

Senyum yang kembali di Bukit Abi: Bagaimana AOCC dan mahasiswa UIN SUNA memulihkan mental anak-anak pascabanjir bandang

News Editor- 21.44 0
Senyum yang kembali di Bukit Abi: Bagaimana AOCC dan mahasiswa UIN SUNA memulihkan mental anak-anak pascabanjir bandang
Lembaga kemanusiaan Aceh Orphan Center for the Children (AOCC) bersama mahasiswa  Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA)  Lhokseumawe menyalur…
Aceh One
Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500-600 kata dan dikirem ke : red.acehone@gmail.com
Copyright © 2021 - , Aceh One.
All right reserved
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Donasi
  • Terms of Use