Gerakan Pangan Murah Ala Pemko Lhokseumawe Gelar untuk Kendalikan Inflasi
LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe selalu mencari solusi untuk dapat mengendalikan inflasi di daerah tersebut. Salah satunya yang dilakukan pemerintah di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Walikota A Hanan adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini digelar melalui Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKP3) di Lapangan Hiraq Kota Lhokseumawe, Jumat (02/02/2024).
Pj Walikota Lhokseumawe A. Hanan, SP MM saat meninjau langsung kegiatan Gerakan Pangan Murah, mengatakan bahwa GPM ini akan terus diupayakan untuk dilakukan secara berkelanjutan guna mengatasi inflasi harga bahan pangan di tengah-tengah masyarakat. Ini adalah langkah-langkah proaktif Pemko yang perlu didukung semua pihak dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan sekaligus aksesibilitas masyarakat dalam pemenuhan bahan pangan dapat memperoleh harga yang murah dan terjangkau.
Disampaikan Pj. Walikota A Hanan, Gerakan Pangan Murah Keliling ini menjual berbagai komoditas pangan dengan harga lebih murah dibandingkan dengan harga jual di pasaran. Stabilisasi pangan dalam pengendalian inflasi daerah karena saat ini beberapa pangan-pangan pokok itu mengalami kenaikan terutama di komoditas beras dan lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas DKP3 Kota Lhokseumawe A Haris uraikan harga kebutuhan pokok yang dijual pada GPM kali ini, yaitu beras 54.000/sak isi 5 kilogram, gula pasir 29.000/2 kilogram, daging ayam 23.000/kilogram, telur ayam 45.000/papan, minyak goring 30.000/2 liter, cabai 30.000/kilogram dan bawang merah 35.000 per kilogram.
Dia juga menuturkan kegiatan tersebut merupakan upaya antisipasi, mitigasi dan pelaksanaan penanggulangan kekurangan pangan dan pengendalian inflasi. Sasaran dari Gerakan Pangan Murah ini adalah masyarakat yang rentan terhadap ketahanan pangan dan dampak dari inflasi.(ADV)
