Pj Walikota Lhokseumawe Buka Pasar Tani Raya 2024 di Gampong Moen Geudong
LHOKSEUMAWE - Penjabat (Pj) Walikota Lhokseumawe, A. Hanan SP, MM, didampingi istrinya Ny. Ainal Mardhiah, S.Sos memotong pita pertanda pembukaan secara resmi pasar tani raya 2024 yang kegiatan tersebut berlangsung di Gampong Moen Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Rabu 7 Februari 2024. Untuk diketahui, pasar tani raya ini merupakan kegiatan perdana dibuka di 23 kabupaten/kota setelah sebelumnya diawali pelaksanaannya di tingkat Provinsi Aceh.
Pada kesempatan itu, Pj. Walikota A Hanan membuka pasar tani raya tersebut juga turut didampingi Kasrem 011 Lilawangsa, Letkol Inf Eko Wahyu, Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Kav Makhyar dan mewakili Danlanal Lhokseumawe serta beberapa tamu lainnya. Prosesi pembukaan pasar tani raya ini juga dihadiri sejumlah pejabat Pemko setempat.
Pj. Walikota A. Hanan menambahkan, Pasar Tani Raya ini bertujuan sebagai sarana untuk mempertemukan secara langsung para petani dengan konsumen, sehingga akses antara petani dengan konsumen lebih mudah terbuka. Para peserta ini merupakan petani dalam arti luas, ada Petani Tanaman Pangan, Petani Holtikultura, Petani Perkebunan, Petani Peternakan, Kehutanan dan Nelayan ikut andil dalam Pasar Tani Raya Ini. Terlebih lanjutnya, Kota Lhokseumawe memiliki potensi besar dari hasil Pertanian. Perikanan, Kehutanan dan Perkebunan.
Disampaikannya lagi, Pasar Tani Raya yang dilaksanakan sehari penuh ini, membangun jaringan pemasaran dan menyediakan sarana pemasaran sebagai ajang promosi dan menumbuhkan rasa cita pruduk lokal. Yang lebih penting adalah menjaga stabilitas harga, menekan inflasi khususnya di Kota Lhokseumawe.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan (DKP3) Kota Lhokseumawe, A Haris secara gamblang menyampaikan bahwa adapun tujuan utama Pasar Tani Raya 2024, berupaya membangun pasar pruduk tani sebagai outlet pemasaran melalui kelompok tani langsung kepada konsumen.
"Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani di bidang pemasaran.Menguatkan kelembagaan petani sehingga memiliki posisi tawar. Menggugah pola pikir petani menjadi pola pikir bisnis dan mengedepankan mutu dan efesiensi," kata A Haris dalam laporannya di hadapan para undangan yang hadir.
Pembukaan pasar tani tersebut tampak ramai dikunjungi masyarakat sekitar untuk membeli langsung hasil dari petani. Dengan demikian, ini menandakan bahwa penghasilan petani nantinya akan lebih mudah dibeli oleh konsumen, sehingga lebih mudah untuk peningkatan ekonomi masyarakat.(ADV)
.jpeg)