Menembus Keterbatasan: Strategi SDIDTK Dinkes Aceh Utara Jangkau Pelosok
ACEH UTARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara terus berinovasi dalam menjangkau layanan kesehatan hingga ke pelosok desa. Salah satu program unggulan yang kini difokuskan adalah Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK), yang menjadi garda depan dalam memastikan setiap anak mendapat hak atas pemantauan tumbuh kembang secara menyeluruh.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Jalaluddin, SKM., M.Kes melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Samsul Bahri, SKM., M.K.M, menyampaikan bahwa tantangan geografis dan keterbatasan akses tidak menyurutkan komitmen Dinkes dalam memberikan pelayanan terbaik. “Kami punya strategi khusus agar SDIDTK bisa dirasakan oleh seluruh anak, termasuk di daerah terpencil,” ujarnya, Jumat (11/7/2025).
Salah satu strategi yang diterapkan adalah penguatan peran Posyandu keliling dan layanan jemput bola. Tim kesehatan dari Puskesmas bersama kader terlatih turun langsung ke desa-desa yang sulit dijangkau kendaraan umum. Mereka membawa peralatan SDIDTK dan memberikan layanan di lokasi yang telah disepakati dengan aparatur desa.
Dinkes Aceh Utara juga memanfaatkan jaringan kader kesehatan di 852 desa untuk menjadi ujung tombak pendataan dan pelacakan anak-anak yang belum pernah mendapatkan layanan SDIDTK. Kader diberi pelatihan untuk mengenali tanda-tanda keterlambatan tumbuh kembang dan mengedukasi keluarga secara langsung di rumah-rumah warga.
“Ini bukan pekerjaan mudah, tapi kami percaya dengan kolaborasi dan semangat melayani, setiap anak berhak mendapatkan hak kesehatannya,” kata Samsul. Ia menambahkan, SDIDTK bukan hanya soal pemeriksaan fisik, melainkan menyeluruh pada aspek motorik halus, kasar, bahasa, hingga perilaku sosial anak.
Data terakhir Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 3,8 persen anak di Aceh Utara mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Angka ini menjadi alarm penting yang mendorong pemerintah untuk terus memperluas cakupan layanan hingga ke titik-titik terjauh.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap kasus yang ditemukan di lapangan, Dinkes juga menyiapkan jalur rujukan yang terkoordinasi dengan Puskesmas dan rumah sakit. Anak-anak yang memerlukan penanganan lanjutan langsung diarahkan untuk mendapatkan intervensi sesuai kebutuhannya.
Selain pendekatan layanan langsung, Dinas Kesehatan juga menggandeng unsur pemerintahan gampong dan PKK untuk mensosialisasikan pentingnya SDIDTK melalui forum-forum masyarakat dan pengajian ibu-ibu. Hal ini dinilai efektif dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya periode emas tumbuh kembang anak.
Dengan medan yang menantang, program SDIDTK di Aceh Utara tidak hanya menjadi layanan kesehatan, tetapi juga bentuk nyata komitmen daerah dalam menjawab hak dasar anak. “Kami akan terus bergerak, bahkan jika harus menembus bukit dan sungai, demi masa depan anak-anak Aceh Utara,” pungkas Samsul Bahri.
Melalui strategi terpadu dan pendekatan humanis, Dinkes Aceh Utara optimis bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam pemantauan tumbuh kembang. Karena setiap anak berharga, dan masa depan Aceh Utara dimulai dari mereka.[]
ADVERTORIAL
