Mahasiswa Asal Bireuen Nikmati Layanan JKN Saat Berobat di Lhokseumawe
LHOKSEUMAWE – Kemudahan akses layanan kesehatan merupakan hal yang wajib didapatkan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat mengakses layanan kesehatan. Saat sakit, peserta JKN berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan sesuai dengan prosedur yang berlaku meskipun sedang berada di luar daerah tempat tinggalnya.
Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Afrizal (24), mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Afrizal berbagi pengalamannya saat harus menjalani pengobatan di Lhokseumawe, meskipun Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat dirinya terdaftar masih berada di Kabupaten Bireuen.
“Saat ini saya tinggal di Lhokseumawe untuk melanjutkan pendidikan. Awalnya FKTP saya masih terdaftar di Bireuen, jadi saya sempat khawatir kalau sakit di sini tidak bisa menggunakan JKN. Sebagai mahasiswa perantau, jauh dari keluarga, pikiran seperti itu cukup membuat cemas,” ujar Afrizal, Rabu (14/01/2026).
Kekhawatiran tersebut perlahan sirna ketika Afrizal mengetahui bahwa peserta JKN tetap dapat mengakses layanan kesehatan meskipun berada di luar wilayah domisili. BPJS Kesehatan memberikan kemudahan bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pengalaman tersebut benar-benar Afrizal rasakan ketika kondisi kesehatannya menurun secara tiba-tiba. Ia mulai merasakan demam dan nyeri di bagian perut bawah yang awalnya dianggap sepele. Namun, rasa sakit tersebut semakin intens dan disertai tubuh yang terasa lemas hingga sulit beraktivitas.
“Awalnya saya minum obat sendiri karena berpikir nanti juga membaik. Tapi beberapa jam kemudian, badan saya semakin sakit dan rasanya tidak ada tenaga sama sekali. Akhirnya saya memutuskan pergi ke IGD RSU Bunga Melati. Begitu sampai, dokter dan perawat langsung menangani saya dengan cepat dan penuh perhatian,” tuturnya.
Di Instalasi Gawat Darurat, Afrizal mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis sesuai dengan kondisinya. Ia mengaku terkesan dengan kecepatan dan kesigapan tenaga kesehatan yang membuatnya merasa aman, meskipun saat itu ia sedang berada jauh dari keluarga.
“Sebagai perantau, saya merasa sangat ditolong. Saya tidak merasa sendirian. Tenaga medis benar-benar memperhatikan kondisi saya, menjelaskan setiap tindakan, dan memastikan saya nyaman selama dirawat,” katanya.
Afrizal juga mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh proses pengobatan yang dijalaninya dijamin oleh Program JKN sesuai indikasi medis, tanpa biaya tambahan. Afrizal mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan para perantau, untuk memastikan kepesertaan JKN tetap aktif dan memahami kemudahan layanan yang tersedia.
“Proses administrasinya juga mudah, cukup pakai Nomor Induk Kependudukan (NIK). Saya bahkan menjalani rawat inap, tapi tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Jujur, itu sangat melegakan. Di zaman sekarang semuanya sudah serba mudah. Jangan sampai kita menunda punya jaminan kesehatan. JKN itu penting, karena sakit bisa datang kapan saja dan di mana saja. Dengan JKN, kita punya perlindungan dan rasa aman,” tutup Afrizal.(Ril)
