• Redaksi
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
Aceh One

Mega Menu

  • Home
  • News
    • News
    • Politik
    • Hukrim
    • Ekbis
    • Nasional
    • Olahraga
    • Dunia
  • Daerah
    • Aceh Utara
    • Aceh Timur
    • Bireuen
    • Banda Aceh
    • Pidie Jaya
    • Gayo Lues
    • Lhokseumawe
  • Pemerintah Aceh
    • DSI
    • Disdik
    • DRKA
    • Perindag
    • Budpar
  • Parlementaria
    • Parlementaria
  • Featured
    • Pariwara
    • Opini
    • Profil
  • Indeks
Aceh One
Telusuri
Beranda News Terjang Jalur Terisolir: Perjuangan Tenaga Medis Menjangkau Korban Banjir Lhok Puuk
News

Terjang Jalur Terisolir: Perjuangan Tenaga Medis Menjangkau Korban Banjir Lhok Puuk

News Editor
News Editor
27 Jan, 2026
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Meski akses darat menuju Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, terputus sejak bencana banjir dan abrasi akhir tahun lalu, upaya kemanusiaan tetap diupayakan menembus kawasan tersebut pada Senin (26/01).

Petugas dari Puskesmas Blang Geulumpang bersama relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kemenkes RI Batch 3, terpaksa menggunakan jalur darurat untuk mencapai lokasi yang sebelumnya nyaris tidak terjangkau.

Keberhasilan tim mencapai desa tersebut tak lepas dari gotong royong warga setempat. Mereka menyambungkan akses jembatan yang terputus dengan menggunakan batang pohon kelapa agar bantuan medis bisa masuk.

Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Ainul Mardhiah, mengungkapkan bahwa operasional medis tetap berjalan meski fasilitas puskesmas sendiri sempat lumpuh total akibat banjir November lalu.

"Kondisi Puskesmas kami ikut terimbas berat... terendam lebih dari satu meter. Seluruh fasilitas terkena banjir. Tapi kami terus berupaya memberikan layanan, bekerja maksimal sesuai kemampuan," ujar Ainul kepada wartawan, Selasa (27/01).

Ia menambahkan bahwa kehadiran tim TCK Kemenkes sangat krusial dalam masa pemulihan ini, terutama untuk menjangkau titik-titik yang masih terisolir.

Berdasarkan data di lapangan, tim kesehatan menangani setidaknya 45 warga yang terdiri dari anak-anak hingga lansia. Penyakit yang paling banyak ditemukan pascabanjir meliputi:

 * ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

 * Hipertensi

 * Dermatitis (penyakit kulit)

 * Dispepsia dan Myalgia

Namun, penanganan tidak hanya terbatas pada kesehatan fisik. Tim juga memberikan dukungan psikososial atau trauma healing bagi 36 anak-anak melalui kegiatan bermain dan edukasi kesehatan dasar seperti praktik sikat gigi.

"Kami berharap masyarakat terdampak banjir dapat terbantu secara fisik maupun mental, serta termotivasi untuk bangkit dan pulih bersama," kata Ainul.

Selain layanan kesehatan dan vaksinasi, para relawan menyalurkan 50 paket sembako berisi bahan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng, serta paket sanitasi dan makanan ringan untuk anak-anak hasil donasi berbagai pihak.

Apresiasi juga datang dari PIC Health Emergency Operational Center (HEOC) Aceh Utara, Dr. Maidar. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lapangan yang langsung menyentuh masyarakat di kawasan terdampak berat.

"Terima kasih kepada teman-teman di Puskesmas yang turut bersama para TCK Kemenkes memberikan layanan terbaik kepada masyarakat kita," pungkas Maidar.

Via News
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Featured Post

TCK Kemenkes Layani Krisis Kesehatan Holistik di Simpang Tiga dan Baktiya

News Editor- 15.52 0
TCK Kemenkes Layani Krisis Kesehatan Holistik di Simpang Tiga dan Baktiya
Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 3 dari Kemenkes RI turut memberikan layanan kesehatan yang holistik (menyeluruh) di wilayah terdampak bencana Aceh Utara…
Aceh One
Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500-600 kata dan dikirem ke : red.acehone@gmail.com
Copyright © 2021 - , Aceh One.
All right reserved
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Donasi
  • Terms of Use