Bupati Aceh Utara koordinasi dengan BNPB-Kementerian PU perbaiki huntara rusak
ACEH UTARA - Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil SE, alias Ayahwa berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk penanganan kedaruratan pascabencana kerusakan puluhan Hunian Sementara (Huntara) di Kecamatan Langkahan.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Muntasir Ramli, mengatakan koordinasi cepat tersebut dilakukan menyusul musibah hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan itu pada Selasa (2/6) petang, hingga merusak sedikitnya 58 unit huntara dan tempat ibadah.
"Bupati telah berkomunikasi dengan pihak BNPB pusat dan Kementerian PU selaku instansi yang membangun infrastruktur tersebut, agar langkah penanganan dan perbaikan dapat segera dilakukan," kata Muntasir.
Berdasarkan laporan terkini dari pihak kecamatan, dampak kerusakan bangunan tersebar di empat gampong (desa) di Kecamatan Langkahan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat.
"Sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga yang terdampak saat ini sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara tim gabungan di lapangan terus melakukan pendataan dan penanganan pascabencana," ujarnya.
Muntasir memerinci, kerusakan paling banyak terjadi di Gampong Rumoh Rayeuk dengan total 36 unit huntara dan satu unit musala terdampak. Dari jumlah tersebut, 11 unit di antaranya mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan. Bangunan di kawasan ini sebelumnya dibangun oleh BNPB.
Selanjutnya, di Gampong Buket Linteung (Dusun Leubok Meuku), tercatat tujuh unit huntara dan satu musala mengalami rusak berat. Infrastruktur di gampong ini merupakan kompleks yang dibangun oleh Kementerian PU.
Sementara itu, di Gampong Geudumbak terdapat 10 unit bangunan *insitu* yang terdampak, meliputi empat unit rusak berat, empat unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan. Adapun di Gampong Langkahan dilaporkan lima unit huntara mengalami rusak ringan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama menjelang malam hari.
