Bangladesh Habiskan Rp5,1 Triliun untuk Bangun 'Kota Rohingya', Tapi Tetap Kabur
BANGLADESH — Pemerintah Bangladesh telah menghabiskan dana sekitar US$ 350 juta atau Rp5,1 triliun untuk membangun kota baru 'Kota Rohingya' di pulau Bhasan Char. Kota tersebut sudah dilengkapi sejumlah fasilitas untuk Rohingya.
Melansir BBC, Kamis (14/12/2023), di kota baru tersebut, terdapat blok raksasa yang terdiri dari ratusan rumah beratap merah yang dilengkapi dengan kamera pengawas.
Berjarak 60 kilometer dari daratan utama Bangladesh, pulau tersebut memiliki dua sekolah, satu masjid, dua rumah sakit dengan kapasitas 40 ranjang, dan dua klinik komunitas.
Pembangunan kota baru di pulau terpencil ini merupakan upaya pemerintah Bangladesh mengatasi konflik yang terjadi di kamp pengungsian Cox's Bazar.
Meski telah disediakan pulau yang lengkap fasilitas, imigran Rohingya ini tetap saja melebar ke sejumlah negara seperti Malaysia hingga Indonesia.
Di Aceh, para imigran Rohingya yang mendarat secara tiba-tiba tersebut mendapat penolakan dari warga. Warga Aceh memiliki alasan mereka menolak kehadiran para imigran asal Myanmar ini.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, berujar "Mereka memberi kesan tingkah laku dan perbuatan yang kurang baik, serta tidak sesuai dengan adat dan norma-norma peraturan desa."
Meski tegas menolak, warga tetap memberikan bantuan kepada para pengungsi Rohingya. Bantuan tersebut berupa makanan, minuman, beras, dan pakaian.[]
Sumber berita : detikcom
