• Redaksi
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
Aceh One

Mega Menu

  • Home
  • News
    • News
    • Politik
    • Hukrim
    • Ekbis
    • Nasional
    • Olahraga
    • Dunia
  • Daerah
    • Aceh Utara
    • Aceh Timur
    • Bireuen
    • Banda Aceh
    • Pidie Jaya
    • Gayo Lues
    • Lhokseumawe
  • Pemerintah Aceh
    • DSI
    • Disdik
    • DRKA
    • Perindag
    • Budpar
  • Parlementaria
    • Parlementaria
  • Featured
    • Pariwara
    • Opini
    • Profil
  • Indeks
Aceh One
Telusuri
Beranda MAA MAA Bireuen dan UNIKI Jalin Kerjasama Pelestarian Budaya Aceh
MAA

MAA Bireuen dan UNIKI Jalin Kerjasama Pelestarian Budaya Aceh

Redaksi
Redaksi
28 Nov, 2022
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

BIREUEN – Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Bireuen menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI). Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MAA dan UNIKI tersebut berlangsung pada Sabtu (19/11/2022).

Setelah MoU dengan UNIKI, MAA Bireuen kemudian melanjutkan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIKI terkait pelestarian adat dan budaya.

Penandatanganan kerjasama tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E, M.Si dan Ketua MAA Kabupaten Bireuen, Drs. Ridwan Khalid.

Amiruddin Idris, dalam sambutannya menyampaikan bahwa FKIP UNIKI akan melahirkan Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Pertunjukan, sehingga sangat tepat melakukan kerjasama dengan MAA Bireuen.

Dia berharap, dengan adanya kerjasama ini, UNIKI dan MAA Bireuen bias bergandeng tangan dalam melestarikan adat dan budaya Aceh yang mulai terkikis oleh perkembangan zaman.

"Harapannya dengan adanya kerjasama ini, UNIKI dan MAA Bireuen saling bergandeng tangan menjaga dan melestarikan budaya Aceh yang hampir tidak kita jumpai lagi," ujar Amiruddin Idris.

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Bireuen, Ridwan Khalid mengatakan, kerjasama dengan Kampus dalam hal ini, UNIKI, sangat tepat dilakukan, mengingat Aceh sudah lama memiliki landasan hukum terkait pembinaan adat istiadat.

Ia menyampaikan, Aceh sudah memili Qanun (Peraturan Daerah) Aceh  Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembinaan dan Pengembangan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat. Maka dari itu, katanya, sangat tepat untuk menjalin kerjasama.

Lebih lanjut, Ridwan Khalid menegaskan bahwa MAA Bireuen siap membantu dan bekerjasama dengan UNIKI, terlebih lagi terkait pelestarian seni dan budaya Aceh, yang merupakan tupoksinya MAA.

MAA Bireuen, kata Ridwan Khalid, juga mendukung penuh upaya UNIKI untuk melahirkan Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Pertunjukan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

"Kehadiran tokoh-tokoh adat di UNIKI hari ini sebagai bukti dukungan MAA untuk hadirnya program studi di FKIP UNIKI. MAA siap untuk membantu dan berkerjasama dalam melestarikan budaya dan seni Aceh," demikian pungkas Ridwan Khalid, Ketua MAA Kabupaten Bireuen. [Adv]
Via MAA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Redaksi
Redaksi Aceh One merupakan Portal berita online, dengan tagline #Independen & Profesional
Follow me on: Facebook

Anda mungkin menyukai postingan ini

Featured Post

Nasib pengungsi di Aceh Utara: ‘Sudah terlalu lama tinggal di tenda’, pemerintah didesak segera cairkan dana hunian

News Editor- 12.15 0
Nasib pengungsi di Aceh Utara: ‘Sudah terlalu lama tinggal di tenda’, pemerintah didesak segera cairkan dana hunian
Kondisi warga korban bencana di Aceh Utara yang masih bertahan di tenda-tenda darurat dilaporkan semakin memprihatinkan. Anggota legislatif setempat Zulkifli a…
Aceh One
Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500-600 kata dan dikirem ke : red.acehone@gmail.com
Copyright © 2021 - , Aceh One.
All right reserved
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Donasi
  • Terms of Use