Aceh Utara
News
Kondisi warga korban bencana di Aceh Utara yang masih bertahan di tenda-tenda darurat dilaporkan semakin memprihatinkan. Anggota legislatif setempat Zulkifli alias Joel Panton mendesak pemerintah pusat segera mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) demi mencegah krisis kesehatan yang lebih dalam.
Nasib pengungsi di Aceh Utara: ‘Sudah terlalu lama tinggal di tenda’, pemerintah didesak segera cairkan dana hunian
Kondisi warga korban bencana di Aceh Utara yang masih bertahan di tenda-tenda darurat dilaporkan semakin memprihatinkan. Anggota legislatif setempat Zulkifli alias Joel Panton mendesak pemerintah pusat segera mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) demi mencegah krisis kesehatan yang lebih dalam.
Lhoksukon, Aceh One — Anggota DPRK Aceh Utara, Zulkifli, mendesak Pemerintah Pusat melalui instansi terkait untuk mempercepat proses pencairan Dana Tunggu Hunian (DTH) atau Huntara bagi warga korban bencana di kabupaten tersebut yang hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian.
"Kami meminta Pemerintah Pusat memprioritaskan pencairan dana ini karena kondisi masyarakat di tenda darurat sudah sangat memprihatinkan," kata Zulkifli di Aceh Utara, Selasa.
Menurut dia, keterlambatan pencairan dana hunian sementara tersebut berdampak langsung pada kesejahteraan pengungsi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), dan ibu hamil.
Ia menjelaskan bahwa warga di lokasi pengungsian kini mulai terserang berbagai penyakit akibat minimnya fasilitas sanitasi dan kondisi tenda yang sudah mulai rusak dimakan cuaca.
"Sudah terlalu lama mereka hidup dalam keterbatasan. Mereka kehilangan tempat tinggal dan rasa aman. Dana Huntara adalah hak masyarakat terdampak yang tidak boleh ditunda-tunda," tegasnya.
Zulkifli juga mendorong Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk lebih proaktif dalam melakukan pengawalan administrasi serta verifikasi data penerima manfaat. Menurutnya, koordinasi antar-lini pemerintahan harus diperkuat agar kendala birokrasi tidak menghambat penyaluran bantuan.
Selain masalah hunian, ia melaporkan bahwa kebutuhan dasar pengungsi seperti air bersih dan penerangan di beberapa titik pengungsian masih sangat terbatas.
"Masyarakat hanya ingin tempat tinggal yang layak sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap. Ini murni masalah kemanusiaan yang harus segera diselesaikan," pungkas Zulkifli.
Via
Aceh Utara
