Peresmian AMDK Toyoqu Gampong Buket Hagu
ACEH UTARA - Desa Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, kembali menunjukkan taringnya sebagai desa percontohan. Pada hari Minggu (7/9/2025), desa ini meresmikan produk air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek Toyoqu. Acara peluncuran yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh anggota DPRK Aceh Utara, Mawardi atau Tgk. Adek, serta para tamu undangan dan ratusan masyarakat setempat. Kehadiran produk ini tidak hanya menjadi bukti kerja keras, tetapi juga simbol kemandirian ekonomi desa.
Peluncuran AMDK Toyoqu merupakan manifestasi dari kerja keras yang dilakukan selama bertahun-tahun. Dalam sambutannya, Kepala Desa Buket Hagu, Samsul Arifin, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya. "Alhamdulillah, berkat kerja keras kami, keinginan bersama untuk memproduksi AMDK Toyoqu di Buket Hagu telah berhasil terwujud," ujar Samsul. Ia menjelaskan bahwa produk ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Mekar Jaya dan bernaung di bawah CV. Dafaya Jaya, menjadikannya sepenuhnya milik masyarakat desa.
Lebih lanjut, Samsul Arifin menegaskan pentingnya kolaborasi dan rasa kepemilikan. "Ini uang kita, jadi siapa lagi yang jaga kalau bukan kita," tegasnya. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengelola produk ini, karena AMDK Toyoqu bukanlah milik perorangan, melainkan milik bersama. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka, mengimbau masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran secara langsung, bukan melalui media sosial, demi menjaga keberlangsungan usaha ini.
Perjalanan untuk mewujudkan produk ini tidaklah mudah. Samsul Arifin berbagi pengalamannya tentang perjuangan yang penuh tantangan. Ia dan para perangkat desa harus berulang kali bolak-balik ke Banda Aceh dan Medan untuk mengurus segala administrasi yang diperlukan. "Perjuangan ini tidak mudah," kenangnya. Namun, dengan dukungan penuh dari seluruh pihak, terutama masyarakat, semua hambatan dapat teratasi.
Di sisi lain, anggota DPRK Aceh Utara, Tgk. Adek, turut menyampaikan apresiasi dan dukungannya. Ia menyebutkan bahwa di tengah banyaknya desa yang mendapat kucuran dana desa, Buket Hagu menjadi desa percontohan berkat inovasi barunya. Tgk. Adek yang hadir mewakili Bupati Aceh Utara yang berhalangan hadir, menyampaikan permohonan maaf dan apresiasi atas inisiatif luar biasa ini. "Ini suatu hal yang sangat positif," katanya.
Tgk. Adek juga menyoroti perubahan pola pembangunan dana desa yang akan datang, dari bantuan menjadi pinjaman. Dengan demikian, inisiatif yang dilakukan oleh Gampong Buket Hagu ini dinilai sangat strategis. "Saya yakin ini akan abadi jika kita jaga bersama," ujarnya. Ia memuji kebijakan perangkat desa yang dinilai sudah sangat bagus dan visioner dalam melihat masa depan ekonomi desa.
Inovasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mencari sumber pendapatan baru. Tgk. Adek menjelaskan bahwa Bupati Aceh Utara terus melakukan "sistem jemput bola" untuk pembangunan daerah. Dengan anggaran yang terbatas dan wilayah yang luas, setiap inisiatif produktif seperti AMDK Toyoqu ini sangat membantu dalam mendorong roda perekonomian.
Lalu, bagaimana dampak positifnya bagi masyarakat? Keberadaan AMDK Toyoqu tidak hanya memberikan lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan pendapatan asli desa. Produk ini menjadi bukti nyata bahwa desa memiliki potensi besar untuk berkembang secara mandiri. Siapa saja dapat mengambil pelajaran dari kerja keras dan kolaborasi Gampong Buket Hagu, yang telah berhasil mengubah dana desa menjadi aset produktif untuk kesejahteraan bersama.
