Disdik Aceh Terapkan Pembelajaran Berbasis E-Book Muatan Al-Qur'an pada Lima Mapel SMA
BANDA ACEH - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Aceh resmi menerapkan sistem pembelajaran berbasis Muatan Al-Qur'an pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh wilayah Aceh yang mulai diberlakukan pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Kebijakan strategis tersebut tertuang di dalam Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Pendidikan Aceh Nomor 400.3.8/9251 yang ditandatangani secara resmi pada 29 Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dengan ilmu pengetahuan, teknologi, serta menanamkan karakter dan tanggung jawab keilmuan pada peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP., menegaskan bahwa integrasi nilai keagamaan dalam sains merupakan landasan krusial bagi pola pikir generasi muda.
"Nilai-nilai Al-Qur'an harus menjadi landasan dalam membangun cara berpikir, karakter, dan tanggung jawab keilmuan peserta didik," ujar Murthalamuddin dalam keterangan tertulis yang diterima di Banda Aceh.
Pada tahap awal implementasi Tahun Pelajaran 2026/2027, terdapat lima e-book mata pelajaran umum bermuatan Al-Qur'an yang siap diterapkan, yaitu Matematika Muatan Al-Qur'an Kelas X, Fisika Muatan Al-Qur'an Kelas X, Fisika Muatan Al-Qur'an Kelas XI, Biologi Muatan Al-Qur'an Kelas X, serta Kimia Muatan Al-Qur'an Kelas X.
Program berskala provinsi ini diimplementasikan serentak di 66 SMA yang tersebar di 23 kabupaten/kota di seluruh Provinsi Aceh. Guna menunjang kelancaran program, akses buku elektronik tersebut dapat diakses dan diunduh secara terbuka oleh masyarakat dan tenaga pendidik melalui situs resmi www.sidakota.com.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Dinas Pendidikan Aceh bersinergi dan melibatkan secara aktif jajaran kepala cabang dinas, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru mata pelajaran, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia.
Melalui penerapan program ini, Pemerintah Provinsi Aceh berharap dapat mewujudkan generasi muda daerah serambi Mekkah yang menguasai ilmu pengetahuan, berpikir kritis, berakhlak mulia, sekaligus menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.[] (Jamal Lhokseumawe)
