• Redaksi
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
Aceh One

Mega Menu

  • Home
  • News
    • News
    • Politik
    • Hukrim
    • Ekbis
    • Nasional
    • Olahraga
    • Dunia
  • Daerah
    • Aceh Utara
    • Aceh Timur
    • Bireuen
    • Banda Aceh
    • Pidie Jaya
    • Gayo Lues
    • Lhokseumawe
  • Pemerintah Aceh
    • DSI
    • Disdik
    • DRKA
    • Perindag
    • Budpar
  • Parlementaria
    • Parlementaria
  • Featured
    • Pariwara
    • Opini
    • Profil
  • Indeks
Aceh One
Telusuri
Beranda Aceh Utara News Anak-anak Aceh Utara Mulai Pulih dari Trauma Banjir Melalui Pendampingan Interaktif
Aceh Utara News

Anak-anak Aceh Utara Mulai Pulih dari Trauma Banjir Melalui Pendampingan Interaktif

News Editor
News Editor
18 Jan, 2026
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Di tengah upaya pemulihan fisik pasca-banjir yang melanda Desa Buket Padang, Aceh Utara, relawan dari Aceh Orphans Center (AOC) terjun ke lapangan untuk memulihkan "luka batin" warga melalui program trauma healing pada Minggu (18/01).

ACEH UTARA, aceh one news – Di sebuah sudut Desa Buket Padang, gelak tawa anak-anak mulai terdengar memecah keheningan pasca-banjir yang merendam pemukiman mereka di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Pada Minggu (18/01), organisasi kemanusiaan Aceh Orphans Center (AOC) menggelar sesi trauma healing bagi warga korban banjir, dengan fokus utama pada pemulihan kondisi psikologis anak-anak yang masih dibayangi ketakutan akan air bah.

Bagi masyarakat Desa Buket Padang, banjir bukan sekadar masalah hilangnya harta benda atau rusaknya bangunan. Ada "luka" lain yang tidak terlihat namun dirasakan secara mendalam oleh kelompok rentan.

Pimpinan AOC, Teuku Muhammad—atau yang akrab disapa Mister—menjelaskan bahwa kehadiran tim relawan bertujuan untuk menggantikan memori traumatik dengan keceriaan melalui pendekatan psikososial.

"Kami memberikan pendampingan lewat permainan edukatif, menggambar, hingga bernyanyi. Ini adalah cara komunikasi interaktif agar anak-anak bisa bangkit dari tekanan psikologis akibat bencana," ujar Teuku Muhammad di sela-sela kegiatan.

Langkah ini dipandang krusial dalam siklus penanganan bencana. Pembina AOC, Teuku Haji Badruddin Syah Zhilullah Fil ‘Alam, menekankan bahwa pemulihan fisik harus berjalan beriringan dengan pemulihan mental.

"Banjir meninggalkan trauma yang mendalam. Trauma healing ini menjadi bagian vital dari proses pemulihan secara menyeluruh," ungkap sosok yang juga dikenal sebagai Sultan Malik Samudera Pasai tersebut.

Tak hanya menyasar anak-anak, para orang tua juga dibekali edukasi mengenai pentingnya dukungan emosional di dalam keluarga.

Kehadiran relawan ini disambut baik oleh warga yang berharap pendampingan serupa terus berlanjut hingga kondisi psikologis masyarakat benar-benar stabil.

AOC menyatakan komitmennya untuk tetap mendampingi warga terdampak, menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tidak hanya berhenti pada logistik fisik, melainkan juga menyentuh aspek kesehatan mental masyarakat pasca-bencana.(Jamal Lsmw)

Via Aceh Utara
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Featured Post

Pemkab Aceh Utara percepat peningkatan tipe RSUD dr Mukhtar Hasbi

News Editor- 21.47 0
Pemkab Aceh Utara percepat peningkatan tipe RSUD dr Mukhtar Hasbi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, Provinsi Aceh, mempercepat peningkatan tipe Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mukhtar Hasbi guna memperkuat layanan r…
Aceh One
Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500-600 kata dan dikirem ke : red.acehone@gmail.com
Copyright © 2021 - , Aceh One.
All right reserved
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Donasi
  • Terms of Use