Datang tanpa seragam tapi semangat luar biasa': Perjuangan tenaga medis pulihkan trauma anak-anak korban banjir Aceh Utara
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali menerima 55 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) dari Kementerian Kesehatan untuk mempercepat pemulihan layanan medis pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Para tenaga medis yang tergabung dalam gelombang (batch) ketiga ini akan bertugas menormalkan kembali fasilitas kesehatan primer dan memberikan layanan langsung kepada masyarakat terdampak.
Langkah ini diambil menyusul urgensi pemulihan layanan kesehatan di puskesmas serta kebutuhan layanan mobile di komunitas yang masih sulit dijangkau. Sebanyak 55 personel tersebut terdiri dari:
- 22 Dokter Umum
- 11 Perawat Jiwa
- 6 Tenaga Sanitarian
- 16 Vaksinator
Ketua Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes menegaskan bahwa personel TCK berfungsi sebagai "kekuatan tambahan" bagi pemerintah daerah. "TCK hadir untuk memastikan masyarakat kembali memperoleh akses layanan kesehatan yang layak," ujarnya.
Kehadiran tim cadangan ini tidak hanya fokus pada pengobatan fisik. Pada gelombang sebelumnya, para relawan juga menyasar pemulihan psikososial, terutama bagi anak-anak yang mengalami trauma.
PIC HEOC Aceh Utara, Dr. Maidar, mengungkapkan bahwa kinerja para relawan seringkali melampaui tugas medis administratif. Salah satu momen krusial terjadi di Kecamatan Langkahan, di mana tim memberikan dukungan trauma healing bagi ratusan siswa SD yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat banjir.
"Kami melihat anak-anak datang ke sekolah tanpa seragam. Namun saat diajak bermain, semangat mereka luar biasa. Itu yang menguatkan kami untuk terus mendampingi," ujar salah satu anggota TCK.
Asisten I Setdakab Aceh Utara memberikan apresiasi atas kontribusi tim sebelumnya yang telah membantu identifikasi alat kesehatan yang rusak serta pembersihan fasilitas medis yang terendam lumpur.
Namun, tantangan belum usai. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara mengingatkan bahwa tim gelombang ketiga akan bekerja dalam kondisi lapangan yang belum sepenuhnya pulih. Sinergi antara pusat dan daerah dianggap menjadi kunci agar krisis kesehatan tidak berkepanjangan di Aceh Utara.(Ril)
